Kamis, 02 Juni 2011

EPILEPSI

Epilepsi, berasal dari bahasa Yunani (Epilepsia) yang berarti 'serangan‘. epilepsi tidak menular, bukan penyakit keturunan, dan tidak identik dengan orang yang mengalami ketebelakangan mental. Bahkan, banyak penderita epilepsi yang menderita epilepsi tanpa diketahui penyebabnya.

Epilepsi yang merupakan penyakit saraf kronik kejang masih tetap merupakan problem medik dan sosial.
Masalah medik yang disebabkan oleh gangguan komunikasi neuron bisa berdampak pada gangguan fisik dan mental dalam hal gangguan kognitif.
Dilain pihak obat-obat antiepilepsi juga bisa berefek terhadap gangguan kognitif. Oleh sebab itu pertimbangan untuk pemberian obat yang tepat adalah penting mengingat efek obat yang bertujua untuk menginhibisi bangkitan listrik tapi juga bisa berefek pada gangguan memori.
Epilepsi adalah gejala kompleks darti banyak gangguan fungsi otak berat yang dikarakteristikkan oleh kejang berulang. Kedaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan yang berlebihan atau hilangnya tonus otot atau gerakan dan gangguan prilaku, gangguan alam perasaam, sensasi dan persepsi. Sehingga epilepsi bukan penyakit tetapi suatu gejala. (arif muttaqin, salemba medika).

Epilepsi adalah penyakit serebral kronik dengan karakteristik kejang berulang akibat lepasnya muatan listrik otak yang berlebihan dan bersifat reversibel

Etiologi dan Patofisiologi


Gambaran prilaku
Manifestasi klinik dapat berupa kejang-kejang, gangguan kesadaran atau gangguan penginderaan
Bagian tubuh yang kejang tergantung lokasi dan sifat fokus epileptogen (talamus, dan korteks serebrum)
Dapat mengalami aura yaitu suatu sensasi tanda sebelum kejang epileptik (aura dapat berupa perasaan tidak enak, melihat sesuatu, mencium bau-bauan tidak enak, mendengar suara gemuruh, mengecap sesuatu, sakit kepala dan sebagainya)
Napas terlihat sesak dan jantung berdebar
Raut muka pucat dan badannya berlumuran keringat

Manajemen Epilepsi :
Pastikan diagnosa epilepsi dan mengadakan explorasi etiologi dari epilepsi
Melakukan terapi simtomatik
Dalam memberikan terapi anti epilepsi yang perlu diingat sasaran pengobatan yang dicapai, yakni:
Pengobatan harus di berikan sampai penderita bebas serangan.
Pengobatan hendaknya tidak mengganggu fungsi susunan syaraf pusat yang normal.
Penderita dapat memiliki kualitas hidup yang optimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kumpulan Proposal/Skripsi